Rabu, 06 Agustus 2014

MENUJU SBB 'SERAM BAGIAN BARAT'...



Rabu, 31 juli 2014

Assalamualaikum :)

     Berawal dari inisiatif bapa tua (Pak De) saya yang ingin kembali merasakan indahnya suasana makan ikan bakar di atas kerambah ikan di tengah laut. Akhirnya diputuskan keluarga besar saya akan travelling ke SBB setelah sebelumnya telah mempersiapkan segala yang dibutuhkan selama perjalanan

     Pagi sekitar pukul 10 wit  kami bertolak dari rumah  menuju pelabuhan kapal fery yang berada di desa Liang, perjalanan menuju pelabuhan kapal fery memakan waktu sekitar 1 jam lebih. Setibanya di pelabuhan kapal fery kami masih harus menuggu anggota keluarga lain yang belum tiba.

     Kurang lebih 30 menit kami menuggu anggota keluarga yang lain, akhirnya mereka pun tiba. Sebenarnya kapal fery pertama saat kami tiba sudah mau berlabuh, tapi karena menuggu anggota keluarga lain yang beum tiba, jadi kami harus menuggu kapal fery selanjutnya. 20 menit menuggu akhirnya kapal fery berikutnya merapat di pelabuhan desa Liang. Dibelakang kami telah banyak kendaraan roda empat yang mengantri tuk dapat naik ke kapal fery.

     Perjalanan menuju SBB ditempuh sekitar 2 jam lebih menggunakan kapal fery. Selama diatas kapal bapa tua saya berbagi cerita dan pengalaman yang telah beliau rasakan bagaimana suasana (alam) SBB dan sekitarnya kepada anggota keluarga yang lain, saya lebih memilih menyendiri memandangi lautan dan pulau-pulau yang kami lewati selama perjalanan.
  
     Setelah 2 jam lebih di atas kapal, akhirnya kami tiba di pelabuhan desa Waisarisa. Setelah turun dari kapal fery kami langsung melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan yang masih belum saya ketahui namanya karena bapa tua saya sendiri sudah lupa nama tempatnya, beliau hanya hafal jalan menuju kesana. Sepanjang seperempat perjalanan pertama saya melewati kampung-kampung yang memiliki banyak kebun kelapa di pinggir jalan dan rumah-rumah penduduk yang masih jarang. Setelah melewati perkampungan dengan banyak kebun kelapa, selanjutnya perjalanan kami melewati medan yang naik turun gunung dan tikungan tajam, cukup melelahkan. Namun pemandangan pemandangan sepanjang perjalanan sangat indah, pemandangan pantai, laut, dan pulau-pulau dari atas gunung sangat menakjubkan, ditambah beberapa padang rumput di pinggir jalan.

     Ditengah perjalanan kami menyempatkan tuk singgah sebentar di Piru, ibu kota kabupaten Seram Bagian Barat. Di Piru kami beristirahat sebentar dan membeli beberapa makanan ringan tuk dimakan selama perjalanan, karena ternyata perjalanan menuju tempat tujuan masih jauh. Selama perjalanan setelah meninggalkan Piru kami menyempatkan tuk berhenti sejenak dan bagifu (berfoto) di spot yang menurut kami bagus dan indah tuk di abadikan dalam foto.

     Setelah hampir 3 jam perjalanan, akhirnya kami sampai di tempat tujuan kami yang akhirnya saya ketahui namanya yaitu Dusun Pelita Jaya. Melalui instruksi bapa tua saya kami mencari rumah kenalan beliau yang memiliki keramabah ikan yang akan kami tempati. Setelah bertemu dengan sang pemilik kerambah dan meminta izin, kami langsung menuju pelabuhan kecil di tepi pantai tuk melanjutkan perjalanan dengan menaiki speedboat.

     Perasaan saya sungguh lega setibanya di atas kerambah, akhirnya terbayar sudah lelah dan keringat selama perjalanan. saya lalu berkeliling disekitar kerambah tuk melihat pemandangan disekitarnya, pemandangan yang sangat indah dengan langit biru dan lautan bebas dengan pulau-pulau disekitarnya.

     Akhirnya ikan bakar yang ditunggu datang juga, kami sekeluarga lalu menyantap ikan bakar tersebut, tak kusangka ternyata bapa tua saya membeli 20 ekor ikan tuk dibakar (edan). Namun separuh langsung dibakar dan separuh lagi dibakar nanti tuk anggota keluarga yang sedang berpuasa (puasa syawal). Akhirnya selesai sudah hajat kami tuk dapat merasakan suasana makan ikan bakar diatas kerambah.

    Setelah selesai sholat maghrib kami pamit kepada sang pemilik kerambah, lalu anak beliau mengantarkan kami kembali dengan Speedboat ke pelabuhan kecil. Karena waktu telah menunjukkan hampir pukul 8 malam, akhirnya kami putuskan tuk menginap di Piru dan besok baru melanjutkan perjalanan kembali ke Ambon, karena batas terakhir tuk kapal fery beroperasi adalah pukul 8 malam.

    sekian cerita perjalanan libur lebaran saya ke kabupaten seram bagian barat. mohon maaf sebesar-besarnya bila terdapat kesalahan dalam tulisan saya, semoga bermanfaat.


Wassalamualaikum :)